Dari 17 Juta Pelaku UKM Indonesia, Hanya 3% Yang Go Online ( Memiliki Website )

Kabar ini sebenarnya sangat memperihatinkan. Coba anda bayangkan, dari 17 juta pelaku UKM ternyata baru 3% yang sudah go online.

Ini artinya baru sekitar 510 ribu pelaku UKM yang sudah go online atau memiliki website sendiri.

20% lagi merasa sudah go online, karena mereka berjualan melalui jejaring sosial dan marketplace. Sementara sisanya masih anteng anteng aja.

YUK KITA DISKUSIKAN JUDUL INI

KENAPA YA PELAKU UKM INDONESIA MASIH BANYAK YANG BELUM GO ONLINE ?

Informasi ini kami dapat dari “Seminar Kelas Google Gapura Digital “ yang diadakan di Bali.

Secara umum, belum semua pelaku UKM memahami dunia online. Banyak faktor yang sangat mempengaruhi hal tersebut.

Diantaranya adalah kesibukan dalam mengelola UKM nya sehingga tidak punya waktu lagi untuk belajar.

Atau masih bingung mau belajar di mana, sebab pembelajaran seperti ini masih belum banyak di buka terutama di daerah pedesaan.

Disisi lain, pemerintah sudah berusaha mensosialisasikan masalah ini ke daerah daerah agar mereka ( pelaku UKM ) memahami pentingnya mempelajari dunia online untuk pengembangan bisnis mereka.

Namun sepertinya masih belum maksimal, karena metode pengajarannya adalah berupa seminar. Tidak semua peserta bisa langsung memahaminya, sehingga pada waktu mereka mempraktekannya masih jauh dari apa yang mereka pahami.

Faktor faktor inilah yang membuat mereka pada akhirnya malas untuk memperdalam dunia online.

Namun ………. ngomong ngomong nih. Saya bersedia menjadi tentor kalau memang di perlukan di sebuah daerah. Agar para UKM kita bisa memahami lebih dalam lagi bagaimana membangun sistem sendiri secara online.

LALU MANA YANG LEBIH PENTING, BERPROMOSI MELALUI WEBSITE SENDIRI ATAU MELALUI JEJARING SOSIAL DAN MARKETPLACE ?

Nah ……… disinilah letak permasalahan kedua.

Banyak para pelaku UKM yang menjual produk melalui jejearing sosial dan marketplace merasa sudah cukup dan tidak membutuhkan website lagi.

Padahal …………

Kalau memang mereka ingin bisnisnya jangka panjang, harusnya yang mereka lakukan pertama adalah memabngun website. Lalu setelah websitenya jadi, mereka promosikan melalui jejaring sosial dan marketplace.

Hal ini sangat penting.

Dengan memiliki website , sebenarnya mereka sudah membangun kepercayaan kepada pembeli dalam jangka panjang.

Sehingga jika suatu saat mereka tidak aktif di media sosial lagi, para pelanggan sudah tahu akan mencari kemana.

 

Logikanya sama dengan anda berjualan secara offline.

Untuk membangun kepercayaan, tentu anda harus memiliki toko.

Setelah anda punya toko, anda promosi ke teman teman dan mengajak mereka untuk belanja ke toko anda.

Lain hari, ketika teman anda membutuhkan maka mereka sudah tahu akan kemana …….. ya ke toko anda.

Berjualan online juga seperti itu.

Setelah anda punya website, anda promosi ke jejaring sosial. lalu anda giring mereka untuk melihat website anda.

Lain waktu …….. ketika mereka ingin berbelanja lagi. Mereka sudah tahu harus kemana

Andapun tidak perlu pusing pusing lagi update status setiap saat karena semua yang anda jual sudah ada di website.

Oleh karena itu saya menyarankan anda untuk mulai memikirikan membangun website sendiri sambil anda promosi ke jejaring sosial dan market place.

Sekarang sudah zaman digital….

Informasi sekecil apapun orang orang akan mencarinya secara online.

Yuk tingkatkan lagi kreativitas …….

Jadilah UKM yang Go Online

 

2 Comments
  1. Yuni Fitri 4 months ago
    • admin@ukmku 4 months ago

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Enter Captcha Here : *

Reload Image

UKM INDONESIA